Terima Kasih, Rumah!

Jika suatu hari kami meninggalkan rumah ini, rasanya pasti tidak akan sama dengan ketika kami ingiiin sekali pindah dari sini. Aku malam ini melihat taman yang lagi berantakan depan rumah, lampu dari tank ikan, langit dengan bulan, dan angin yang dingin, kemudian merasakan kesedihan saat hari itu datang. Pada akhirnya, kami akan pindah dari rumah ini, mengisi rumah yang lebih besar dengan dua atau tiga kamar, carport untuk mobil, dapur yang lega, dan kenangan tinggal di sini membawaku pada suasana yang sangat sedih... semuanya hanya soal waktu. Tapi, rasanya waktu itu seperti sudah datang dan aku sedih harus meninggalkan rumah ini. 


Lima tahun sudah kami tinggal di rumah ini, mulai dari suasana yang kering nan hampa sampai keadaan yang hidup seperti ini, kami menjalaninya bersama rumah ini. Lima tahun tumbuh bersama, saling mengisi, saling memberi energi, saling berbagi rasa. Rumah ini sudah tua dan terlalu banyak menyimpan luka dan trauma. Tapi, kehadiran kami membuat ia belajar dan membuka diri. Begitu pun dengan kami, ia mengajarkan kami hidup dengan sederhana, apa adanya, penuh ketabahan dan sahaja. Pada akhirnya, kami saling belajar untuk memahami satu sama lain, kami dengan rumah ini. 


Terima kasih, ya, rumah... Memang belum waktunya, tapi aku mau menghaturkan terima kasih kepadamu. Kamu telah menjaga kami, menerima kami dengan tulus dan penuh pengertian, luka kami kamu sembuhkan, amarah kami kamu redupkan. Terima kasih, rumah, telah baik kepadaku, suamiku, kedua anakku. Terima kasih telah begitu baik, teramat baik. Terima kasih...


Meskipun nanti kami tidak tinggal di sini lagi, tapi kami akan selalu mendatangimu. Kamu akan tumbuh dengan lebih baik dan bermanfaat. Kamu akan lebih hidup dan segar. Kami akan selalu menjagamu, rumah... seperti kamu yang selalu mendoakan kami di mana pun kami berada.


Terima kasih, rumah... terima kasih...

 


0 comments: